Astri begitulah
panggilan akrabnya, yang bernama
lengkap Astri Gita Elprida Hutapea yang
berusia 17 tahun dan lahir di Tebing Tinggi, 10 Juni 1997 dan memiliki etnis batak ini telah menempuh pendidikan di
SMA Santo Yosef Lahat program IPS selama tiga tahun lamanya. dan merasakan menjadi seorang anak asrama dan berada jauh dari orangtuanya.
Anak ketiga dari tiga bersaudara ini
mengatakan bahwa selama masa
SMA ini begitu banyak pengalaman dan perubahan positif yang ia
dapatkan. “saya bangga menempuh pendidikan selama tiga tahun di SMA Santo Yosef, dimana dari
peraturan dan tata tertib yang saya dapatkan sungguh mengajarkan banyak nilai
kedisiplinan dan tanggung jawab yang bermanfaat bagi masa depan saya nantinya”
tutur Astri yang memiliki hobi membaca novel ini saat ditanyakan dalam wawancara mengenai bagaimana
perubahan selama menempuh pendidikan di SMA Santo Yosef Lahat.
Gadis yang pernah
menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi
ini mengaku bahwa kedisiplinan
dalam peraturan sekolah merupakan awal untuk melatih diri
untuk tetap disiplin kedepannya. Jadi jika kita telah terbiasa mematuhi
peraturan di sekolah maka itulah salah satu modal menuju sebuah kesuksesan.
“Pintar tidak menjamin masa depan seseorang, apalagi dengan kekayaan namun
dengan modal kedisiplinan percayalah orang lain akan meihat sisi kepribadian
kita secara positif” jelas Ian.
Meskipun tidak sepenuhnya peraturan itu sependapat dengan
diri kita dan bahkan membuat jengkel, namun peraturan itulah yang menjadi
faktor dasar pembentuk jati diri kita. Dan semua itu saya dapatkan di SMA Santo
Yosef Lahat melalui pembelajaran PKT (Pendidikan Ketarakanitaan) dan program
CC5.
Tidak semua orang pintar memiliki kedisiplinan, namun
orang yang disiplin berarti ia adalah seorang yang pintar karena ia tahu
pentingnya sebuah kedisiplinan” tutur Astri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar